Tutorial Akuntansi

Cara Membuat Jurnal Akuntansi (Double-Entry) dengan Benar

Jurnal adalah langkah pertama pencatatan akuntansi. Artikel ini menjelaskan aturan debit-kredit, langkah-langkahnya, dan memberi contoh transaksi sehari-hari — supaya Anda bisa memeriksa pembukuan (atau memahaminya) tanpa kebingungan.

Aturan dasar debit-kredit

Bertambah di DEBIT

  • Aset
  • Beban

Bertambah di KREDIT

  • Kewajiban (hutang)
  • Ekuitas (modal)
  • Pendapatan

Keseimbangan: Aset + Beban = Kewajiban + Ekuitas + Pendapatan. Total debit selalu sama dengan total kredit.

Langkah-langkah mencatat jurnal

  1. 1

    Siapkan bukti transaksi

    Setiap jurnal harus punya bukti: nota, faktur, kuitansi, atau rekening koran. Tanpa bukti, jurnal tidak boleh dicatat.

  2. 2

    Tentukan akun yang terpengaruh

    Setiap transaksi memengaruhi minimal dua akun. Tanya: aset/kas berubah? ada piutang/hutang? beban atau pendapatan?

  3. 3

    Terapkan aturan debit-kredit

    Aset & beban bertambah di DEBIT, berkurang di KREDIT. Kewajiban, ekuitas & pendapatan sebaliknya. Aset + Beban = Kewajiban + Ekuitas + Pendapatan.

  4. 4

    Catat jumlahnya

    Debit di kolom debit, kredit di kolom kredit, pada tanggal transaksi.

  5. 5

    Cek keseimbangan

    Total debit harus sama persis dengan total kredit. Jika tidak, ada kesalahan — cari akun yang terlewat atau jumlah yang salah.

  6. 6

    Posting ke buku besar

    Pindahkan tiap baris jurnal ke akun masing-masing di buku besar, lalu laporan keuangan bisa disusun.

6 contoh jurnal transaksi sehari-hari

Penjualan tunai

Menjual barang tunai Rp10.000.000 (tanpa PPN untuk kesederhanaan).

AkunDebitKredit
KasRp10.000.000
Pendapatan PenjualanRp10.000.000

Penjualan kredit

Menjual barang kredit Rp5.000.000 ke pelanggan.

AkunDebitKredit
Piutang UsahaRp5.000.000
Pendapatan PenjualanRp5.000.000

Piutang timbul karena uangnya belum diterima — barulah saat bayar, Kas didebit dan Piutang dikredit.

Pembelian kredit

Membeli perlengkapan kantor Rp2.000.000 dari pemasok, akan dibayar kemudian.

AkunDebitKredit
Beban PerlengkapanRp2.000.000
Hutang UsahaRp2.000.000

Membayar beban listrik

Membayar tagihan listrik Rp500.000 tunai.

AkunDebitKredit
Beban ListrikRp500.000
KasRp500.000

Membayar gaji

Membayar gaji pegawai Rp8.000.000 (belum termasuk potongan PPh 21).

AkunDebitKredit
Beban GajiRp8.000.000
KasRp8.000.000

Bila memotong PPh 21, tambahkan baris Hutang PPh 21 (kredit) sebesar potongannya.

Menerima pelunasan piutang

Menerima pembayaran dari pelanggan Rp5.000.000 yang sebelumnya piutang.

AkunDebitKredit
KasRp5.000.000
Piutang UsahaRp5.000.000

Pertanyaan umum

Apa itu jurnal dalam akuntansi?

Jurnal adalah catatan kronologis pertama setiap transaksi keuangan, dicatat dengan sistem berpasangan (double-entry): setiap transaksi memengaruhi minimal dua akun dengan total debit dan kredit yang sama.

Apakah jurnal harus selalu seimbang?

Ya. Dalam double-entry, total debit harus selalu sama dengan total kredit untuk setiap jurnal. Ketidakseimbangan menandakan kesalahan pencatatan.

Apakah perlu bisa akuntansi untuk membuat jurnal di Enaccount?

Tidak. Di Enaccount, AI Agent menyusun jurnal double-entry dari kalimat sehari-hari — Anda menceritakan transaksinya, aplikasi yang memilih akun dan menampilkan rincian Debit/Kredit untuk disetujui sebelum diposting.

Bagaimana mencatat pembelian dengan PPN?

Saat PKP membeli barang, PPN masukannya dicatat sebagai PPN Masukan (debit) dan kas/hutang mencerminkan total termasuk PPN. Struktur jurnalnya memisahkan nilai bersih dan PPN.

Tidak perlu hafal akuntansi

Ceritakan transaksinya ke AI Agent Enaccount — jurnal double-entry disusun otomatis dengan rincian Debit/Kredit untuk disetujui. Coba gratis 14 hari.

Coba Gratis 14 Hari